Tak Bisa Bayar Cicilan KPR Tepat Waktu, Harus Apa?
Property

Tak Bisa Bayar Cicilan KPR Tepat Waktu, Harus Apa?

Tak bisa dipungkiri, pinjaman dengan jangka waktu yang panjang seperti KPR memiliki risiko tersendiri. Salah satunya adalah kamu tak bisa membayar cicilan tepat waktu karena dana yang seharusnya untuk cicil harus digunakan untuk hal lain. Kamu memang bisa wujudkan rumah imajinasimu dengan KPR. Tapi, kalau tak bisa bayar tepat waktu, bagaimana?

Konsekuensi Keterlambatan

Tentu saja, ada konsekuensi yang harus kamu hadapi bila tak bisa bayar cicilan KPR tepat waktu. Sebenarnya, bukan hanya untuk KPR saja, untuk cicilan lainnya pun, ada konsekuensi yang akan kamu terima. Bank sebagai lembaga yang memberikan pinjaman memiliki hak penguasaan atau penyitaan atas objek yang dijadikan jaminan ketika tak bisa bayar cicilan.

Namun tenang saja, penyitaan aset tidak akan dilakukan langsung apabila kamu telah membayar cicilan. Itu artinya, kamu masih memiliki kesempatan untuk menyelamatkan rumah tersebut. Namun, setelah kamu telat bayar dan lewat jatuh tempo, pertama kali kamu akan dikenakan denda berjalan lebih dulu dan dilanjutkan dengan hal lain bila terus lanjut.

Besaran denda yang dikenakan biasanya hanya sebesar 0,5 hingga 1 persen dari jumlah cicilan yang harus kamu bayarkan di bulan tersebut dan dikalikan dengan jumlah hari keterlambatan. Namun, bila masih terus menunggak, bank akan melakukan prosedur penyitaan dengan cara berikut ini.

  • Pemberitahuan Melalui SMS dan Telepon

Salah satu prosedur yang dilakukan pihak bank setelah kamu tak kunjung melunasi cicilan adalah memberikan pemberitahuan via SMS atau telepon. Jangankan sampai telat membayar, belum jatuh masa temp saja biasanya ada bank yang sudah gencar menghubungi kamu baik melalui telepon atau SMS untuk memberitahukan perihal cicilan tersebut.

Tujuannya tentu saja agar kamu segera melakukan pembayaran kewajiban sesuai dengan kesepakatan kredit rumah mudah yang ada di awal. Biasanya, pemberitahuan ini akan dilakukan satu minggu sebelum jatuh tempo pembayaran atau hingga kamu sudah membayar tagihan.

  • Surat Teguran

Jika pemberitahuan via SMS dan telepon tidak diindahkan, maka pihak bank akan memberikan surat teguran pada kamu. Surat ini biasanya akan diberikan pihak bank langsung kepada debitur yang menunggak. Saat surat ini diberikan, sejatinya pihak bank masih memberikan kesempatan untuk kamu dan menunggu itikad baik pelunasan cicilan.

Bila kamu mengalami kesulitan dalam hal membayar cicilan, bank akan dengan senang hati menerima alasan apa yang kamu lakukan dengan cara mengungkapkannya secara langsung pada pihak bank. Selain itu, kamu juga bisa meminta penjadwalan ulang atas kredit tersebut.

  • Surat Peringatan Pertama (SP1)

Bagaimana bila surat teguran masih tak diindahkan? Kalau begitu, kamu akan dikirimi surat peringatan pertama atau SP1. Surat ini juga diturunkan pihak bank langsung dan bila ini sudah terjadi, maka status kredit kamu sebagai debitur sudah diturunkan. Bila awalnya status kreditmu adalah kredit dalam perhatian khusus akan jadi kredit kurang lancar.

Tentunya hal ini akan berpengaruh pada riwayat kredit kamu dan bisa mempersulit kamu dalam mendapatkan pembiayaan kredit di kemudian hari. Namun, pada saat ini bank masih membuka peluang bagi kamu untuk melakukan pembayaran tunggakan dengan cara menawarkan beberapa opsi untuk menghindari kredit macet.

  • Surat Peringatan Kedua (SP2)

Bila pemberian SP1 masih belum diindahkan, maka akan dilanjutkan dengan pemberian surat peringatan kedua atau SP2. Rentang waktu pemberiannya adalah sekitar 2 hingga 3 minggu setelah SP1 keluar. Kalau ini terjadi, status kredit kamu akan semakin turun menjadi kredit yang diragukan.

Saat mengirimkan surat peringatan kedua, biasanya bank juga akan memberikan billing tagihan KPR yang belum dibayarkan beserta bunga dan denda sekaligus penalti yang harus kamu lunasi. Namun, di tahap ini pihak bank masih membuka peluang bagi kamu untuk memberikan respon baik bila masih ingin mempertahankan rumah KPR tersebut.

  • Surat Peringatan Ketiga (SP3)

Terakhir, kamu akan diberikan surat peringatan ketiga atau SP3 dan saat ini diturunkan, maka status kredit kamu akan menjadi kredit macet. Jika sudah dapat SP3, maka pihak bank akan memberikan solusi terakhir yakni menjual rumah KPR tersebut dengan waktu yang dibatasi untuk bisa melunasi kewajiban pembayaran tunggakan kredit.

Saat ini, sebenarnya kamu masih memiliki kesempatan untuk mempertahankan rumah kamu dan menyelamatkan nama baikmu dengan cara melunasinya. Namun, apabila SP3 ini sudah diturunkan dan kamu masih belum merespon, maka pihak bank akan melakukan penyitaan.

Hal yang Bisa Dilakukan saat Tak Bisa Bayar Cicilan Tepat Waktu

  • Rescheduling

Hal pertama yang bisa kamu lakukan bila tak bisa bayar cicilan tepat waktu adalah rescheduling atau penjadwalan ulang pembayaran KPR. Lewat opsi ini, kamu bisa mengatur kembali cicilan KPR sesuai dengan hitungan petugas bank dan kemampuan bayar. Selama masa ini, kamu diperbolehkan menunda pembayaran cicilan tanpa terkena denda atau penalti.

  • Reconditioning

Opsi lainnya adalah reconditioning atau penetapan syarat ulang. Dalam hal ini, tidak hanya jadwal saja yang ditata kembali. Namun, suku bunga juga. Misalnya saja, dari floating akan menjadi fixed untuk beberapa bulan.

  • Restructuring

Terakhir adalah restructuring. Penataan ulang ini bisa dipilih bila penjadwalan dan penentuan syarat ulang belum bisa membantu banyak. Hal yang bisa ditata ulang adalah besaran suku bunga serta tunggakan bunga dan pokok kredit. Dengan ini, tunggakan bunga mungkin bisa dihapus, sehingga yang tersisa hanya pokoknya saja.

Nah, itulah hal yang bisa kamu lakukan bila dalam menerapkan cara desain rumah yang bikin relax dengan cara KPR tak bisa dibayarkan tepat waktu. Jadi, kamu tak harus bingung dulu bila tak bisa membayar tepat waktu beberapa lama. Kamu bisa ajukan keringanan pada pihak bank.